Senin, 30 April 2012

cerita @infopendaki tentang Gunung Ceremai

Kali ini, saya ingin share sedikit rangkuman saya tentang Gunung Ciremai yang saya rangkum dari twit @infopendaki dan sumber-sumber dari mbah google pastinya. Walopun belum pernah menginjakkan kaki ke gunung ini, seenggaknya bisa jadi gambaran.. Hehe.. Pertanyaannya, jadi kapan kesananya.. Hehe.. 

Seperti yg sudah diketahui (kalo belum tahu, ini gunanya ku share) :D bahwa Gunung Ciremai ini sudah menjadi Taman Nasional sejak 2004 seperti yang sudah ditetapkan --> Terbentuknya Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui surat No.522/1480/Dishutbun tanggal 26 Juli 2004 dan Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui surat No. 522/2394/Hutbun tanggal 13 Agustus 2004 dan surat DPRD Kab. Kuningan No. 661/266/DPRD perihal TNGC ditunjuk sebagai taman nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 seluas ± 15.500 hektar yang terletak di Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Propinsi Jawa Barat menjadi Taman Nasional. Gunung Ceremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Posisi geografis puncaknya terletak pada 53' 30" LS dan 24' 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan laut. Nah, biar lebih afdol, mari deh kita baca twit dari @infopendaki, berikut.. Gak panjang lebar.. Langsung aja ke Te Ka Pe.. :D 

Gunung Ciremei adalah gunung tertinggi di Jawa Barat ( 3.078 Mdpl ), dpt dilihat sepanjang jalan sekitar pantura cirebon.  Bisa juga sepanjang di jalur kereta arah cirebon dilihat dri penumpang kereta api. Untuk menuju puncak Ciremei terdapat 3 jalur yang dapat ditempuh yakni linggarjati,palutungan,apuy.  Jalur Linggarjati Siapkan persediaan air karena susah sekali memperoleh air selama di perjalanan. Jalur menuju puncak sangat jelas dan banyak tanda-tanda penunjuk jalan, sehingga pendaki yg baru pertama kalipun tdk akn tersesat. Melintasi jalanan beraspal pendaki memasuki kawasan hutan Pinus dan persawahan hingga Cibeunar yang berada di ketinggian 750 mdpl. Terdapat sumber air yang cukup melimpah, yang tidak akan ditemui lagi sepanjang perjalanan sampai di puncak. 

Selepas Cibeunar lintasan akn melewati ladang penduduk dan kawasan hutan pinus hingga memasuki Leuweng Datar 1.285 mdpl. Leuweng Datar terletak di tengah-tengah hutan tropis. Selepas daerah ini lintasan mulai menanjak dan melewati area yg ckp datar sebagai camp yakni Sigedang dan Kondang Amis (1.350mdpl). Untuk sampai di Kuburan Kuda diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Blok Kuburan Kuda berada pada ketinggian 1.580 mdpl. Merupakan lapangan datar yang cukup luas dan cukup teduh sebagai tempat perkemahan. Shelter leuweung datar sedikit membingungkan kalau tidak orientasi medan,karena tidak ada plang nama shelter. Daerah ini dianggap keramat bagi masyarakat setempat. Di dekat jalur terdapat kuburan kuda. Selepas Kuburan Kuda, jalur semakin curam dan kita akan sampai di Pengalap (1.790 mdpl). Dgn jalur yg mulai membesar kita akn melewati Tanjakan Bin-Bing 1.920 mdpl semakin menanjak lg ketika melewati Tanjakan Seruni. 

Tanjakan Seruni (2.080 mdpl) adalah lintasan yang terberat dan melelahkan dibanding yang lainnya. Pendakian lajur linggarjati harus turun melewati jalur yang sama,karena peraturan baru yang dibuat* 11 juli 2011. Bahkan pendaki akan menemui jalan setapak yang terputus dan setengah memanjat, dan memaksanya berpegangan akar pepohonan. Belum lagi bila hujan turun, jalur ini akan menjadi lintasan aliran air hujan seperti air terjun. Begitu juga dengan jalur berikutnya hingga sampai di Tanjakan Bapak Tere (2.200 mdpl). Selepas Tanjakan Bapatere lintasan tetap menanjak hingga sampai di Batu Lingga dengan waktu tempu sekitar 2,5 jam. Konon di batu lingga adalah tempat walisongo sholat dan berkhotbah Pos ini adalah tempat yang keramat, konon para Wali sering mengadakan pertemuan di tempat ini. Menurut para pendaki kehadiran para wali ini ditandai dgn gumpalan cahaya yg terbang di tempat ini. Di tempat ini terdapat 2 batu nisan. Di tengah perjalanan pendaki akan menemui 2 pos peristirahatan Sangga Buana Bawah (2.545 mdpl) dan Sangga Buana Atas (2.665 mdpl). Selepas itu pendaki akan memasuki batas vegetasi antara hutan dengan daerah terbuka. Untuk sampai di Pangasinan. 

Pangasinan berada pada ketinggian (2.860 mdpl) merupakan pos terakhir. Tempatnya lebar sehingga cukup untuk membuka belasan tenda, meskipun lokasinya agak berbukit-bukit. Hujan deras sering muncul di puncak sehingga aliran air terkucur dari atas membasahi para pendaki. Di puncak pendaki bisa memandang melihat kota Cirebon dan laut Jawa, kapal-kapal besar nampak dikejauhan. Kearah Timur tampak gunung Slamet dengan puncaknya yang tertutup awan. Puncak gunung Ciremei memiliki kawah yang sangat curam dan sangat indah Pejiarah sering datang untuk berdoa dipuncak ini. Mereka mendaki dengan berpuasa dan makan bekal nasi bungkus setelah tiba di puncak Banyak sekali pendaki yang hanya berkemah di pertengahan pos dan tidak sanggup meneruskan perjalanan ke puncak Karena medan yang berat dan susahnya air, dan kembali turun, untuk itu persiapkan bekal yang berlebih Jalur Palutungan tidak seterjal jalur linggajati, namun waktu tempuh yang diperlukan menjadi lebih panjang. 


Palutungan merupakan sebuah kampung terakhir yang berada di lereng selatan gunung Ciremei dan berada pada ketinggian 1100 mdpl. Untuk sampai di Cigowong membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan.  Pos I Cigowong terletak di ketinggian 1450 mdpl.  Terdapat sungai kecil sehingga pendaki dpt menyiapkan persediaan air sbnyk mgkn krn tdk akn ditemui lagi sumber air hingga puncak.  Lintasan msh landai memasuki hutan&melewati Blok Kta yg brda di ketinggian 1.690 mdpl, dan akan sampai di Blok Pangguyangan Badak. Paguyangan Badak merupakan area yang berada di ketinggian 1.790mdpl. Daerah ini terdapat puing-puing bangunan tua.  Untuk sampai di Blok Arban perlu waktu sekitar 30 menit dengan lintasan yang mulai menanjak. Blok Arban diketinggian (2.030 mdpl) merupakan pos III dengan area yang cukup datar dan teduh.  Lintasan mulai menanjak dan sekitar 2,5 jam akan sampai di Tanjakan Asoy (2.108mdpl) yang merupakan pos IV.  Tempat ini berupa tanah datar berukuran yang cukup luas.  Selepas dari sini lintasan semakin menanjak dalam waktu 1 jam akan sampai di Blok Pesanggrahan (2.450mdpl) .  Pos V (pasangrahan) pendaki mulai memasuki kawasan vegetasi yg ditumbuhi cantigi dan edelweiss sampai di Blok SangHyang Ropoh (2.590 mdpl) Lintasan ini sangat licin jika hujan turun. SangHyang Ropoh (Pos VI) terletak di daerah yang datar dan terbuka.  Selepas pos VI lintasan masih curam dan licin, dengan tanah berwarna kuning mengandung belerang.  Selanjutnya kita akan sampai di pertigaan yang menuju ke jalur Apuy dan ke Kawah Gua Walet.  Pada sisi kanan lintasan terdapat Kawah Gua Walet (2.925 mdpl) yg sering digunakan untuk bermalam dan berlindung dari cuaca buruk. Di sebelah kiri, lintasan akan menyatu dengan jalur Apuy (Majalengka).  Untuk sampai di puncak Ciremai (Puncak Sunan Cirebon) diperlukan waktu sekitar 1,5 jam. Sesampainya di puncak pendaki dapat menikmati indahnya pemandangan dua kawah kembar yang berdampingan. 






Selain itu, pendaki jg dapat menyaksikan ke arah barat indahnya kota Majalengka, ke arah utara panorama kota Cirebon dan Laut Jawa Jalur pendakian apuy Perjalanan relatif santai dengan medan tidak terlalu terjal dan sesekali memberi sedikit ‘bonus’ (agak datar).  Pos Simpang Lima (1908 mdpl) berupa dataran cukup untuk 2-3 tenda kapasitas 4 orang. Jalur semakin terjal, hutan makin tertutup dan ‘bonus’ menjadi langka.  Sekitar 100 m menjelang pos III, terdapat simpang tiga yang cukup jelas, pertemuan jalur baru dan jalur lama.  Jalur di sisi kanan merupakan jalur lama dari pos I yang melewati situ (danau) dan kuburan dengan track agak melambung.  Mengambil jalur kiri menuju ke pos III. Pos III (Tegal Wasawa) 2.400 mdpl) berupa dataran cukup untuk 1 tenda kapasitas 4. Dari Pos 3 Tegal Wasawa menuju Pos 4 Tegal Jamuju (2.600 mdpl) waktu yang ditempuh relatip cukup pendek sekitar 35 menit. Medan berupa tanah yang cukup padat melintasi hutan yang cukup lebat dan rindang. Dari Pos 4 (Tegal Jamuju) menuju Pos 5 Sanghiang Rangkah (2.800 mdpl) waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit. Perjalanan menuju Pos 5 cukup panjang dan terjal. Pos V merupakan pertemuan jalur Apuy dan Palutungan  Di sebelah kanan terdapat papan penunjuk jalur. Palutungan menuju Sanghiang Ropoh, Pos VII jalur Palutungan Di sisi jalur menurun ke bawah, terdapat sungai kering. Beberapa bagian jalur sungai tsb. Terdapat cerukan genangan air  Pos 5 Sanghiang Rangkah menuju Pos 6 Goa Walet yang berada diketinggian 2.950 m dpl perlu waktu tempuh sekitar 2 jam. terdapat sebatang pohon yang ditempel papan penunjuk ke puncak dan turun ke arah Palutungan.  Pos 6 Goa Walet menuju Puncak Ciremei sudah dekat hanya perlu waktu 35 menit. Puncak Ciremei dari sisi Selatan terdapat tugu penanda puncak tertinggi gunung Ciremei  

Yaaa.. inilah sekilas tentang Gunung Ciremai atau yang lebih dikenal sebagai Taman Nasional Guiunung Ciremai. Semoga bermanfaat.

^_^ Mee

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar